PALEMBANG – “Industri farmasi harus mampu konsisten memenuhi standar kualitas agar dapat diterima oleh negara tujuan ekspor”. Kalimat ini diutarakan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito saat menyampaikan sambutannya pada acara puncak 50 tahun Dexa Group, yang senantiasa berkomitmen dalam melakukan proses pembuatan obat sesuai ketentuan terkini, Jumat (27/09).
Penny K. Lukito menuturkan bahwa iklim positif di bidang farmasi terus menunjukkan peningkatan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Nawa Cita ke-6 yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Dengan Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, diharapkan akan terus mendorong dunia usaha untuk mengembangkan inovasi dan kapasitas produksinya untuk menciptakan kemandirian bangsa di bidang akses obat dan terus meningkatkan volume ekspor.
“Keberhasilan industri farmasi memasuki pasar global harus didukung oleh kualitas otoritas regulatorinya. Oleh karena itu, Badan POM sebagai National Regulatory Authority (NRA) terus meningkatkan kapasitas untuk menjadi regulator terpercaya dan berstandar internasional," ungkap Kepala Badan POM.
Badan POM akan memberikan penghargaan bagi pelaku usaha berupa insentif percepatan proses penilaian/sertifikasi fasilitas dan produk. "Badan POM juga menginisiasi Business to Business Meeting bagi pelaku usaha yang patuh regulasi untuk membuka peluang ekspor, mendukung inovasi dan pengembangan produk sebagai bagian dari penguatan daya saing dan kemandirian bangsa Indonesia," lanjut Penny K. Lukito.
Pada acara yang diadakan di kantor Dexa Medica tersebut, Badan POM memberikan tiga Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan dua persetujuan penggunaan fasilitas yang diterima langsung oleh Direktur Eksekutif DLBS PT. Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata atas komitmen dan upaya pemenuhan terhadap persyaratan. Pengembangan ini wujud nyata komitmen dan konsistensi Dexa Group dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Adanya fasilitas baru dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mendukung penyediaan obat yang berkualitas terutama untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," ujar kepala Badan POM.
President Director Dexa Group, Ferry Soetikno dalam sambutannya mengutarakan sejak berdiri tahun 1969 di Palembang, PT Dexa Medica melakukan upaya secara terus-menerus dalam mengembangkan kapabilitas dan kapasitasnya dalam menghasilkan produk yang bermutu tinggi hingga dapat bersaing di pasar global.
“Sertifikat Halal MUI atas produk-produk Dexa Group merupakan wujud tanggung jawab sosial dan komitmen kuat Dexa Group dalam memenuhi kenyamanan dan kebutuhan masyarakat atas produk halal khususnya masyarakat muslim di Indonesia,” lanjut Ferry Soetikno.
“Selamat kepada Dexa Group atas prestasi yang diukir dalam sejarah pembangunan industri farmasi nasional di usia yang ke-50 tahun. Dexa Group telah menjadi pelopor dalam pengembangan produk farmasi di Indonesia serta kemandirian bangsa.” tutup Kepala Badan POM. (HM-Rahman)
Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan
